Virus SARS-CoV-2 Bersifat Aerosol, Waspadai Penularan Covid-19 di Udara

Virus SARS-CoV-2 Bersifat Aerosol, Waspadai Penularan Covid-19 di Udara
cluster kantor jebres covid-19 solo cluster ponorogo ponpes jateng covid-19 sukoharjo cluster ponorogo lama covid-19 sukoharjo Ilustrasi penyebaran virus corona yang memicu Covid-19 di udara. (Bisnis) man madiun covid-19 rsst klaten covid-19, solo tourism service, birthday cluster, sukoharjo, culinary business, covid-19, sukoharjo, new case, solo family cluster, hunian cluster school, asmil, solo case, positive corona , kota baru, soto bumi, kasus konfirmasi positif pasutri madiun pemerintah kota karanganyar warga madiun

Solopos.com, SOLO– Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat ditularkan melalui udara karena bersifat aerosol. Meski tidak seefektif melalui droplet, risiko penularan aerosol bisa meningkat dengan kondisi tertentu seperti keramaian di ruang tertutup dan tidak memakai masker.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa penularan Covid-19 umumnya terjadi melalui tiga cara, yaitu transmisi kontak, transmisi droplet, dan penularan melalui udara. Penularan kontak terjadi melalui aktivitas seperti berjabat tangan atau menyentuh benda yang terkontaminasi.

Sedangkan penularan droplet terjadi melalui droplet pernafasan yang mengandung virus dari orang yang terinfeksi. Biasanya tetesan tersebut keluar dari aktivitas berbicara, bersin, batuk, dan lain sebagainya. “Penularan paling mungkin terjadi ketika seseorang dekat dengan orang yang terinfeksi, biasanya dalam jarak sekitar enam kaki [sekitar 1,8 meter]"Tulis staf editorial CDC AS dari halaman cdc.gov, 5 Oktober 2020.

Selanjutnya, transmisi melalui udara. Penularan ini disebarkan melalui droplet pernafasan yang lebih kecil dari droplet. Tetesan ini bisa melayang di udara untuk jarak yang jauh, biasanya lebih dari enam kaki dan lebih dari beberapa jam.

Namun temuan para ahli menunjukkan bahwa penularan melalui udara tidak seefektif penularan melalui kontak dan tetesan. Jika itu terjadi, penyebaran global Covid-19 bisa jauh lebih cepat pada awal 2020. "Data yang tersedia menunjukkan SARS-CoV-2 menyebar lebih seperti kebanyakan virus pernapasan pada umumnya, terutama melalui transmisi droplet jarak pendek," lanjut CDC. . KAMI.

Muncul video porno mirip Anya Geraldine, gelang di tangan disorot

Pentingnya Menutupi Hidung

Mengenai virus yang bersifat aerosol, Harvard Medical School menjelaskan bahwa aerosol dapat dilepaskan oleh seseorang tanpa gejala saat bernapas atau berbicara. Aerosol SARS-CoV-2 ini bisa melayang di udara hingga tiga jam. Orang yang menghirup aerosol ini dapat terinfeksi Covid-19.

“Inilah mengapa setiap orang harus menutupi hidung dan mulutnya [memakai masker] saat pacaran di depan umum, ”tulis Harvard Medical School seperti dikutip dari health.harvard.edu, Maret 2020 yang diperbarui pada 22 Oktober 2020.

Baca:  Anak Kecil Dijambret Karena Bermain HP di Jalan, Waspada Ma!

Elpais.com membedakan aersolo dan droplet. Aerosol adalah tetesan pernapasan dengan diameter kurang dari 100 mikrometer dan tetap berada di udara selama berjam-jam. Sedangkan droplet adalah partikel yang berukuran lebih dari 300 mikrometer dan akan jatuh ke tanah dalam hitungan detik akibat arus udara.

Di Spanyol, sekitar 31 persen infeksi virus corona disebabkan oleh pertemuan kecil di rumah pribadi, terutama antara keluarga dan teman. Elpais.com menjelaskan, ada enam orang berkumpul di dalam rumah dengan salah satunya terinfeksi.

Mereka berenam berbicara dengan lantang dan tanpa memakai masker di ruangan tanpa ventilasi selama empat jam. Dalam pemodelan ilmiah, lima orang lainnya akan tertular Covid-19. Sedangkan jika memakai masker, empat orang berisiko terinfeksi.

Toko roti tertua di Indonesia ini ternyata berasal dari Solo Hlo

Persingkat Durasi Rapat

Risiko penularan turun menjadi di bawah satu ketika kelompok tersebut mengenakan masker, mempersingkat durasi pertemuan, dan menyediakan ventilasi yang memadai di dalam ruangan.

Koordinator Tim Ahli dan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam beberapa kesempatan terus mengingatkan kita akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan 3M untuk mencegah penularan Covid-19. Protokol ini termasuk memakai masker, menjaga jarak dan menghindari keramaian serta mencuci tangan dengan sabun.

“Protokol kesehatan 3M ini adalah langkah perlindungan utama bagi kami dan orang-orang terdekat kami dari paparan Covid-19. Jika kita hanya sedikit ceroboh, maka kita telah membuka diri terhadap potensi tertular Covid-19. Karena itu, tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, ”kata Wiku dalam jumpa pers virtual, 5 November 2020.

Postingan Virus SARS-CoV-2 adalah Aerosol, Waspadai Penularan Covid-19 di Udara muncul pertama kali di Solopos.com.