Tutupi Cacat Pesawat 737 Max, Boeing Didenda Rp35 Triliun

Tutupi Cacat Pesawat 737 Max, Boeing Didenda Rp35 Triliun
Ilustrasi. pesawat milik maskapai Lion Air. (Bisnis-Eusebio Chrysnamurti)

Solopos.com, SEATTLE – Cacat pada pesawat Boeing 737 Max tersebut membuat pabrikan pesawat AS, Boeing, didenda US $ 2,5 miliar atau setara Rp35 triliun. Cacat ini menyebabkan dua kali kecelakaan pesawat, salah satunya adalah kecelakaan pesawat Lion Air.

Denda tersebut dijatuhkan atas tuduhan persekongkolan untuk mengelabui publik Amerika Serikat dalam pernyataan menyesatkan yang dikeluarkan pihak berwenang terkait keamanan pesawat 737 Max miliknya.

Boeing dituduh menyembunyikan masalah cacat pada pesawat 737 Max. Cacat ini mengakibatkan dua kecelakaan fatal pada 2018 dan 2019. Kecelakaan fatal tersebut melibatkan pesawat dari Indonesia yaitu Lion Air JT610 tujuan Pangkal Pinang yang mengalami kecelakaan di perairan Karawang.

Boeing diduga mengetahui sekitar 737 MAX cacat pesawat sejak 2017, tetapi menunda perbaikan

Sementara itu, kecelakaan fatal lainnya terjadi pada maskapai Ethiopian Airlines. Akibat kecelakaan tersebut, seluruh penumpang dan awak kedua pesawat tersebut tewas. Total, sekitar 357 orang tewas akibat kecelakaan tragis ini.

Hoax FAA

Boeing dituduh menipu otoritas penerbangan AS tentang komponen penting di pesawat mereka. Yaitu Manouevring Characteristic Augmentation System (MCAS). Faktanya, masalah dengan MCAS ini ditemukan oleh pilot uji teknis Boeing pada tahun 2016.

Tapi masalah itu dirahasiakan dari otoritas yang berwenang. Mereka bahkan membuat perubahan pada manual pesawat dan buku materi pelatihan untuk pilot.

Boeing 737 Max Tidak Akan Tayang Tahun Ini

"Karyawan Boeing memilih jalur keuntungan daripada terus terang dengan menyembunyikan informasi dari Federal Aviation Administration (FAA) tentang operasi 737 Max dan terlibat dalam upaya untuk menutupi penipuan mereka," kata David P Burns, Asisten Pengacara. Umum. 9Berita, Jumat (8/1/2021).

Boeing memberi tahu maskapai yang membeli pesawat 737 Max bahwa ada lampu peringatan kritis yang akan memberi tahu pilot jika MCAS diberikan data palsu. Tetapi berbulan-bulan sebelum kecelakaan fatal, ditemukan bahwa lampu peringatan tidak akan berfungsi kecuali maskapai penerbangan membeli fitur terpisah.

Baca:  Menko Airlangga sebut proyeksi alokasi PEN 2021 capai Rp553,09 triliun

"Kasus ini mengirimkan pesan yang jelas: Departemen Hukum AS akan meminta pertanggungjawaban pabrikan seperti Boeing karena menipu regulator penerbangan. Terutama di industri yang taruhannya sangat tinggi," kata Erin Nealy Cox, Pengacara AS.

Pesawat Boeing 737 Mengangkut 136 Penumpang yang Jatuh Ke Sungai di AS

Lebih dari setengah denda yang harus dibayar Boeing akan digunakan untuk membayar kompensasi kepada maskapai penerbangan yang telah membeli pesawat Boeing 737 Max. Sementara sekitar US $ 500 juta akan digunakan untuk membayar santunan kepada ahli waris korban dua kecelakaan fatal Boeing di Indonesia dan Ethiopia.

Postingan Cacat Penutup Pesawat 737 Max, Boeing Denda Rp 35 Triliun muncul pertama kali di Solopos.com.