Sumenep Gelar Dua Putaran saat Pilkada 2010

Sumenep Gelar Dua Putaran saat Pilkada 2010
Ilustrasi Pilkada (Rahmatullah / JIBI / Bisnis)

Solopos.com, SOLO– Kabupaten Sumenep yang merupakan ujung timur Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010 menyelenggarakan pemilihan kepala daerah periode 2015-2020.

Uniknya, pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun itu harus dilakukan dalam dua putaran karena tidak ada calon yang memenuhi batas minimal 30% suara sah.

Putaran pertama dilaksanakan pada 14 Juni, kemudian dilanjutkan ke putaran kedua pada 10 Agustus 2010. Ada delapan pasangan calon yang memeriahkan Pilkada Sumenep 2010. Sebenarnya, ada sembilan pasangan calon yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep. Namun, hanya delapan yang lolos verifikasi file.

Pasangan Mahbub Ilahi-Hasan Basri meninggal dunia karena salah satu ijazahnya bermasalah. Telah diverifikasi delapan pasangan, kemudian ditarik nomor urut pada rapat paripurna, 27 Mei 2010. Nomor urut ditarik oleh masing-masing pasangan calon.

Pasangan nomor urut satu ditempati Azasi Hasan-Dewi Khalifah, pasangan Busyro Karim-Sungkono Siddik nomor 2, Malik Effendi-Rahmad nomor 3, dan pasangan Bambang Mursalin-M. Saleh Abdullah di nomor seri 4.

Sedangkan pasangan yang maju melalui jalur mandiri yakni Samaruddin Toyyib-Abdul Kadir mendapat nomor urut 5, Kafrawi-Djoko Sungkono nomor urut 6, Ilyasi Siraj-Rasik Rahman nomor 7.

Kemudian pasangan yang didukung oleh Sugianto-M United Development Party. Muhsin Amir nomor 8.

Data Nomor HP Pelajar di Solo Harus Siap Sebelum 31 Agustus

Hasil Pilkada Putaran Pertama dan Kedua

Di babak pertama, Busyro Karim-Sungkono Siddik unggul dengan 116.677 suara atau 21%. Posisi kedua ditempati oleh Azasi Hasan-Dewi Khalifah dengan perolehan 20% atau 111.569 suara, disusul Ilyasi Siraj-Rasik Rahman yang memperoleh 111.007 suara.

Sedangkan pasangan Bambang Mursalin-M. Saleh Abdullah berada di urutan keempat dengan 73.635 suara. Kemudian Malik Effendi-Rahmad, Sugianto-M. Muhsin Amir dan Samaruddin Toyyib-Abdul Kadir memperoleh 48.013, 42.713, dan 31.353 suara.

Sedangkan pemungutan suara terakhir ditempati oleh Kafrawi-Djoko Sungkono dengan perolehan suara 10.074. Dari hasil tersebut, terdapat tiga calon yang unggul dalam Pilkada Sumenep 2010, namun tidak mampu memperoleh 30% suara.

Baca:  Tempuh 8 Langkah Ini untuk Sukses Berbisnis saat Pandemi

Maka, penyelenggaraannya kembali berdasarkan Pasal (47) ayat (4) Peraturan KPU Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada. Tiga pasangan calon berpeluang melaju ke babak selanjutnya. Namun pada akhirnya hanya ada dua calon yang mengikuti putaran kedua, yakni pasangan Busyro Karim-Sungkono Siddik dan Azasi Hasan-Dewi Khalifah.

Hasil penghitungan suara sah pada putaran kedua yang dikutip dari kpud-sumenepkab.go.id, Senin (24/8/2020), pasangan Busyro Karim-Sungkono Siddik masih unggul dalam perolehan suara.

Pasangan ini menerima 51% atau 241.622 suara. Sedangkan lawannya Azasi Hasan-Dewi Khalifah hanya selisih 2% dari perolehan suara, tepatnya hanya mampu memperoleh 231.250 suara.

Tempe dalam bentuk anti mainstream membuat netizen penasaran

Semua Tuntutan Hukum Ditolak Pengadilan

Pada putaran pertama dan kedua, ada pasangan yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pada putaran pertama, pasangan Ilyasi Siraj-Rasik Rahman menggugat dengan dalil bahwa tidak adanya validasi data dari KPU Sumenep mengakibatkan banyak orang yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Namun, gugatan tersebut ditolak MK karena majelis hakim menilai gugatan tersebut tidak disertai dengan bukti yang cukup kuat.

Begitu pula dengan gugatan di putaran pertama, Mahkamah Konstitusi juga menolak sengketa hasil pilkada putaran kedua oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati, Azasi Hasan-Dewi Khalifah.

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang didampingi delapan hakim konstitusi menyatakan bahwa MK menyimpulkan semua dalil permohonan yang menilai telah terjadi sejumlah pelanggaran baik administratif maupun pidana yang tidak terbukti dan tanpa hukum. alasan.

Penolakan terhadap kedua gugatan tersebut akhirnya menetapkan pasangan Busyro Karim-Sungkono Siddik tetap menjadi pemenang Pilkada Kabupaten Sumenep 2010. Bupati dan wakil bupati terpilih akhirnya dilantik pada 5 September 2010.

Postingan Sumenep yang digelar dua putaran saat Pilkada 2010 muncul pertama kali di Solopos.com.