Pengajian 500 ASN Dikritik, Pemkab Sragen: Jarak Antar-Peserta 1,5 Meter

Pengajian 500 ASN Dikritik, Pemkab Sragen: Jarak Antar-Peserta 1,5 Meter
Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto memaparkan pelayanan UPTPK kepada wartawan di ruang kerjanya di kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Jumat (22/9/2017). (Tri Rahayu / JIBI / Solopos)

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen memberikan penjelasan terkait rencana menggelar pengajian yang mengundang sekitar 500 PNS atau ASN pada Jumat (11/9/2020).

Kegiatan pengajian akan dilaksanakan di Gedung Sasana Manggala Sukowati pada hari Jumat pukul 19.00 WIB.

Undangan tersebut ditujukan kepada Pemerintah ASN Kabupaten Sragen untuk mengikuti kegiatan pengajian bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjaga kondusifitas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sragen 2020.

Secara mengejutkan, Nella Kharisma dan Dory Harsa mengungkapkan bahwa mereka menikah di acara tersebut

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto membenarkan, meski mengundang 500 ASN, pengajian dilakukan dengan tetap memperhatikan tata tertib kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Tatag menjelaskan, pengajian yang melibatkan ASN dapat diikuti dengan dua cara, yakni hadir di lokasi dan online.

Pemerintah Kabupaten Sragen hanya mengundang 500 peserta untuk menghadiri Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen. Jumlah itu 25 persen dari total kapasitas gedung.

Pulang ke Solo, inilah andalan Titiek Soeharto

Peserta Harus Membawa Undangan

“Kapasitas gedung 2.000 orang, tapi kami hanya mengundang 500 peserta. Jarak antar peserta diatur 1,5 meter,” jelas Tatag Prabawanto.

Ia mengakui bahwa undangan tersebut wajib bagi ASN tertentu yang telah menerima undangan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan pengajian menggunakan standar protokol kesehatan yang ketat.

“Apa yang kita selenggarakan sudah terjadwal. Kita menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, tidak bawa undangan sekalipun. [tamu] VIP, tidak bisa masuk begitu saja, ”jelas Tatag Prabawanto.

Bupati Sragen: WFH atau WFO Jangan Ganggu Pengabdian Masyarakat

Sebelumnya dikabarkan masyarakat Sragen mengkritik rencana pengajian yang mengundang 500 ASN. Foto undangan pengajian tersebut diunggah di media sosial oleh Dodok Sartono, tokoh masyarakat Sragen di akun Facebook-nya, Kamis (10/9/2020) pagi.

Baca:  Selamat, Inilah Daftar Pemenang Lomba Minuman Sehat Alami Sragen

Foto undangan beserta surat Bupati Sragen yang diunggah di Facebook itu ditandatangani oleh Tatag Prabawanto tertanggal Selasa (8/9/2020). Di postingan itu, Dodok memberikan pernyataan, "Dia bilang korona meledak di Sragen, kenapa malah berkumpul sampai massa ini menurut Sampean?"

Sejauh ini kasus Covid-19 di Sragen belum marak. Berdasarkan halaman corona.sragenkab.go.idKamis, akumulasi kasus Covid-19 di Sragen mencapai 347 kasus. Dari jumlah tersebut, 129 orang tercatat sebagai orang tanpa gejala (OTG) atau asimtomatik.

Postingan Alquran 500 ASN Dikecam Pemkab Sragen: Jarak antar peserta 1,5 meter muncul pertama kali di Solopos.com.