Pembacokan Karyawan Pertamina di Boyolali Direncanakan, Pelaku Sakit Hati ke Perusahaan

Pembacokan Karyawan Pertamina di Boyolali Direncanakan, Pelaku Sakit Hati ke Perusahaan
penikaman karyawan Pertamina Boyolali

Solopos.com, BOYOLALI – Penikaman yang dilakukan terhadap karyawan Pertamina di Boyolali ternyata sudah direncanakan oleh tersangka. Hal itu terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Polres Boyolali, Kamis (29/4/2021).

Rekonstruksi penikaman karyawan Pertamina Boyolali dilakukan di beberapa lokasi. Diantaranya di sekitar Terminal BBM Pertamina Boyolali, Jalan Solo-Boyolali dan Jalan Teras-Bangsalan.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mencari bukti baru dan memastikan tersangka penikam '. tindakan.

“Tadi kita bisa lihat bersama-sama, pelakunya yang sebenarnya benar-benar melakukan penusukan. Pelakunya Sapto yang melakukan penusukan dan Setyo menjadi joki. [pengendara sepeda motor memboncengkan pelaku pertama], "jelasnya.

Baca juga: 3 Pentol Enak & Populer di Sragen, Mana Favoritmu?

Korban penganiayaan adalah Jordi Syach Maulana, 23 tahun, warga Cilacap. Sedangkan pelaku pertama adalah Sapto Aji, 36 tahun, warga Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Dia adalah eksekutor penikam Jordi.

Sedangkan pelaku kedua adalah Setyo Budi Pamekas, 32 tahun, warga Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Setyo berperan sebagai seorang pengendara motor yang mengendarai Sapto dalam melakukan aksinya.

Baca juga: Kronologis Lengkap Karyawan Pertamina Boyolali Diretas Mantan Satpam

Berencana

Berdasarkan rekonstruksi, tindakan penganiayaan terhadap korban bermula ketika pada 8 April 2021 tersangka Sapto mendatangi rumah tersangka, Setyo. Tersangka Sapto mengatakan akan melakukan penganiayaan terhadap karyawan Pertamina Boyolali, dan mengundang tersangka Setyo untuk melakukan aksinya.

Kemudian tersangka Setyo setuju. Selanjutnya tersangka Sapto meminjam sepeda motor Suzuki Satria FU milik warga Kartasura yang kemudian digunakan untuk melakukan aksinya.

Pada 10 April lalu, kedua tersangka melaju ke Terminal BBM Pertamina Boyolali. Saat itu, tersangka adalah Setyo yang sedang mengendarai sepeda motor. Sementara itu, tersangka Sapto yang siap membawa arit dari rumahnya menggandeng Setyo untuk melakukan aksi penikaman terhadap karyawan Pertamina Boyolali tersebut.

Baca:  Dor! Warga Klaten Penuh Luka Diberondong 6 Kali Tembakan Airsoft Gun

Baca juga: Keluarga Pelajar Sukoharjo Dituduh Menipu Bertekad Kembalikan Uang Pesanan Album K-Pop

Untuk menutupi perbuatannya, tersangka Sapto berusaha menghilangkan barang bukti dengan melepas celurit dan baju yang dikenakannya saat melakukan penusukan.

"Pelakunya [Sapto] melempar arit di Sungai Pepe, memasuki kawasan Banyudono [perbatasan Desa Ketaon dan Tanjungsari], ”kata Wakil Kapolres Boyolali, Kompol Afrian Satya Permadi.

Para tersangka dikenakan Pasal 170 dan / atau Pasal 351 dan / atau Pasal 353 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca juga: Bolehkah Potong Kuku Saat Ramadhan?

Duka

Sapto mengatakan, tindakan yang dilakukannya terhadap korban didasari rasa sakit hati terhadap manajemen perusahaan. Sapto sebelumnya bekerja sebagai satpam divisi Seal di Pertamina Boyolali. Namun, Sapto dikeluarkan sekitar Juli 2019 karena kasus narkoba. Sekitar akhir Maret 2021, Sapto dibebaskan dari Penjara Kelas II B Klaten.

“Sakit karena dulu kerja di sana, tapi dipecat. Ini salah saya sendiri, kena kasus narkoba. Terus bingung cari kerja,” ucapnya.

Tersangka Sapto juga mengakui bahwa penyerangan itu memang direncanakan, meski targetnya ditentukan secara asal-asalan.

Postingan Rencana Penikaman Karyawan Pertamina di Boyolali, pelaku sakit hati kepada perusahaan muncul pertama kali di Solopos.com.