Pada Masa Pengetatan Mudik, Ratusan WN India Masuk RI, Kok Bisa?

Pada Masa Pengetatan Mudik, Ratusan WN India Masuk RI, Kok Bisa?

Belakangan ini banyak pemberitaan tentang ratusan warga negara India (WN) yang masuk ke Indonesia. Hal ini tentu membuat publik heran, bagaimana bisa ratusan WNI masuk ke Indonesia saat pengetatan arus mudik? Sementara banyak orang menunda keinginan mereka untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga mereka, namun orang asing India telah masuk ke Indonesia dalam jumlah besar. Ini terjadi diduga karena India mengalami lonjakan kasus Covid yang fantastis. Tak heran jika beberapa warga India yang datang ke Indonesia teridentifikasi positif Covid-19. Bagaimana kebijakan pemerintah ke depan terkait hal ini? Akankah kejadian ini terulang lagi ,?

Kontra Orang Asing India Masuk Indonesia

Pada Rabu 21 April 2021, pesawat Air Asia QZ988 dari Bandara Chennai (India) mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka diduga eksodus ke Indonesia untuk menghindari tsunami Covid-19 di negara berpenduduk 1,3 miliar itu. Kedatangan mereka dibenarkan oleh Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting.

Pesawat yang memuat 129 penumpang, terdiri dari 38 penumpang, merupakan warga negara India pemegang visa pengunjung. Sebanyak 46 penumpang merupakan warga negara India pemegang izin tinggal terbatas (ITAS), dan 32 penumpang merupakan warga negara India pemegang visa tinggal terbatas (Vitas). Selain itu, pesawat tersebut juga membawa seorang warga negara AS pemegang Kitas, 12 orang lainnya warga negara Indonesia (WNI), dan 11 awak pesawat yang juga warga negara Indonesia.

Di antara 129 penumpang, 12 warga India dinyatakan positif Covid-19

Muncul kabar bahwa dari sejumlah WNA India yang masuk ke Indonesia, 12 di antaranya teridentifikasi positif Covid-19. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadhi Sadikin.

“Hingga saat ini sudah ada 12 penumpang (WNA asal India) yang positif,” kata Budi dalam jumpa pers virtual, Jumat (23/4/2021).

Hingga hari ini (26/4), dilaporkan jumlah WNI India yang terjangkit Covid-19 meningkat sebanyak 3 orang. Tentu hal ini membuat masyarakat khawatir. Pasalnya, vaksin dan larangan mudik diharapkan efektif mencegah penyebaran Covid. Jika orang asing India masuk ke Indonesia, bukankah itu ancaman?

Varian Corona dari India

Dilaporkan oleh Times of News Pada 23 April 2021, Dr Souradipta Chandra, dokter konsultan di Helveia Medical Center Delhi, mengatakan ada beberapa varian mutan baru Covid-19. Bahkan, dia menyebut varian korona asal India itu tidak terdeteksi dalam uji RT-PCR.

“Mutan baru nampaknya tidak bisa dideteksi dengan uji RT-PCR. Saya yakin ada varian ganda dan rangkap tiga yang ditemukan dan karena perubahan struktur, uji RT-PCR tidak bisa mendeteksinya,” kata Chandra .

Selain bisa melewati RT-PCR, varian ini juga menimbulkan gejala baru, seperti:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Kabut otak berubah warna menjadi kebiru-biruan pada jari tangan dan kaki
  • Ruam konjungtivitis
  • Kondisi kebingungan
  • Pendarahan melalui hidung dan tenggorokan.
  • Disusul pula dengan gejala Covid-19 secara umum

Baca Juga: Masa Larangan Mudik Diperpanjang dan Ketidakcakapan Diperketat!

Menurut Pendapat Epidemologis

Terkait varian terbaru dari ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University, Dicky Budiman menjelaskan adanya beberapa jenis PCR. Ia mengatakan kemungkinan untuk keluar dari mesin PCR memang ada, mengingat virus tersebut memiliki banyak protein.

Baca:  Selain Pompa ASI, Ini Perlengkapan Menyusui Masa Kini yang Mommies Butuhkan

"Ada mesin yang tidak mendeteksi protein tertentu, ada penghapusan nama, tapi masih berpotensi mendeteksinya karena banyak protein di dalam virus ini," kata Dicky di Kompas.com, Minggu (25/2). / 4/2021).

Meski ada varian yang bisa lolos uji PCR, Dicky mengatakan sesuai ilmunya, mesin PCR masih bisa dimodifikasi sehingga bisa mendeteksi protein tertentu.

Penanganan Orang Asing India yang Masuk Indonesia

Orang Asing India Masuk Indonesia

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto membenarkan kedatangan 117 WNA India yang masuk ke Indonesia telah melalui prosedur yang benar.

"Untuk dokumen keimigrasian, mereka memiliki KITAS / ITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan KITAP / ITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)," kata Romi, dikutip dari dai tempo.co, Jumat (23/4/2021).

Setelah lulus administrasi, warga negara India diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan dan PCR / Swab. Setelah lolos pemeriksaan kesehatan, WNI tersebut diarahkan ke karantina selama 5 hari dan ditangani langsung oleh Satgas Covid-19.

“Saat dikarantina, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan lagi dan PCR / Swab lagi, untuk memastikan mereka benar-benar aman dari Covid-19,” ucapnya.

Indonesia menutup pintu masuk orang asing untuk sementara waktu

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pada pertemuan khusus membahas kedatangan WNI di tengah pengetatan masa mudik.

“Tentunya kebijakan ini bersifat sementara dan akan terus ditinjau,” ucapnya.

Peraturan regulasi ini berlaku mulai 25 April 2021. Berlaku sesuai dengan Permenkumhan nomor 26 tahun 2020 bahwa visa akan diberikan kepada awak kpal, pengusaha, awak pesawat, hingga pekerja yang memiliki kebutuhan keluarga di Indonesia. Namun, jika 14 hari sebelumnya memiliki riwayat perjalanan ke India, orang tersebut diharuskan menjalani 14 hari karantina dengan biaya sendiri.

Begitu pula dengan WNI yang dalam 14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan ke India. Mereka diharuskan menjalani isolasi diri atas biaya sendiri. Kecuali bagi pekerja migran, pelajar, atau pejabat negara yang melakukan perjalanan untuk tugas pemerintah. Jika Anda tidak memiliki riwayat perjalanan ke India, Anda hanya diwajibkan menjalani karantina selama lima hari. Jika terbukti terinfeksi Covid-19, mereka dilarang melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.

Pos Saat pengetatan mudik, ratusan WNI India masuk ke Indonesia, kok bisa? muncul pertama kali di Mamapapa.id.