Nekat Berkerumun Di Solo, Siap-Siap Diuji Swab Acak!

Nekat Berkerumun Di Solo, Siap-Siap Diuji Swab Acak!
Pilkada Klaten Covid-19 Nasionla memiliki liburan panjang dari daerah rawan bencana swab acak tunggal

Solopos.com, SOLO – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo memastikan akan mengambil sampel swab secara acak dari orang-orang yang ada di keramaian. Ini untuk menemukan sebanyak mungkin orang yang terinfeksi Covid-19.

“Kita akan adakan tracing yang semakin ketat. Jika ada 120 orang yang tertular, maka kita temui 120 lagi, tidak masalah. Semakin banyak temuan, semakin bisa ditekan penyebarannya. Kita juga akan melakukan tes swab secara acak, baik itu kasusnya positif atau tidak, tidak mau tahu, yang penting penelusurannya masif, "ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Rudy, begitu ia biasa disapa, mengakui peningkatan status Kota Solo menjadi zona merah merupakan hasil penelusuran masif oleh Dinas Kesehatan (DKK) Kota Solo. Usap acak ke warga Solo yang ingin mengerumuni akan menjadi bagian dari penelusuran besar-besaran.

Layanan Rapid Antigen Test Bandara Adi Soemarmo sudah bisa diakses publik, ini syaratnya

Ketika Anda mendapatkan temuan dari lusinan kasus baru, kontak dari lusinan kasus tersebut akan dilacak, yang kemudian dilakukan tes usap. Setiap casing dapat membawa setidaknya dua di lapisan pertama dan dapat dikirim ulang di lapisan kedua hingga ketiga.

Jika tidak dilakukan penelusuran, penyebaran virus Corona tipe baru sulit untuk ditekan. “Makanya kami siapkan RS Gawat Darurat Donohudan bagi masyarakat yang tidak memiliki rumah layak untuk karantina mandiri,” ujarnya.

Rudy mencontohkan seorang pasien yang rumahnya tidak layak untuk karantina sendiri, misalnya dalam satu rumah ada 21 orang, ada empat orang yang positif.

15 Fasilitas Kesehatan Sukoharjo Ini Siap Lakukan Vaksinasi Corona

Dalem Joyokusuman

"[Dalam hal ini] 17 orang lainnya ditempatkan. Itu sebabnya kami menarik semuanya. Ada yang ke Donohudan dan kami berencana menghidupkan kembali Dalem Joyokusuman, ”kata Rudy.

Baca:  Pakar UGM: Herd Immunity Jika 70% Penduduk Vaksinasi

Rudy mengatakan, tidak semua warga & # 39; tempat tinggal cocok untuk karantina mandiri bagi pasien Covid-19. Apalagi jika masih menggunakan kamar mandi umum yang tidak mendukung proses karantina.

Dalem Joyokusuman dapat mengkarantina sendiri pasien asimtomatik jika terjadi lonjakan kasus. Lanjut. Rumah Kantor Wakil Walikota, Gedung Dinas Sekda, dan kemungkinan rumah lainnya.

Tes Cepat Antigen Wajib, 5% Penumpang Daops VI Yogyakarta Pilih Batalkan Keberangkatan

Sumber anggaran untuk pengoperasian rumah adalah dana tak terduga (DTT). “Kalau Solo Technopark kita aktifkan juga, mungkin bisa menampung 200 orang,” tambah Rudy.

Rudy menambahkan, saat ini rumah sakit sudah penuh. Ada tempat tidur, tapi tidak ada ruang isolasi. Padahal ruang isolasi sudah menjadi bangsal. “Ada juga ICU, Asrama Donohudan sudah menampung 77 warga Solo. Kita yang mendominasi itu tidak masalah, yang penting aman dan tidak mati,” kata Rudy.

Postingan Berani Kerumunan di Solo, Bersiaplah Diuji dengan Random Swab! muncul pertama kali di Solopos.com.