Mudik Dalam Kota dan Dinas Luar Diperbolehkan, Ini Syaratnya!

Mudik Dalam Kota dan Dinas Luar Diperbolehkan, Ini Syaratnya!

Tahukah Mampaps bahwa mudik adalah akronim dari 'Mulih Dilik'. dalam bahasa baha yang artinya mudik sebentar. Istilah mudik digunakan untuk orang yang pulang dari kapung pada waktu-waktu tertentu, seperti Idul Fitri atau libur panjang natal dan tahun baru. Peraturan mudik Lebaran 2021 mengatur larangan mudik untuk menghindari penyebaran Covid-19. Kebijakan ini akan berlaku mulai 6-17 Mei 2021. Namun, Mampaps dan orang tuanya yang tinggal berdekatan, diperbolehkan pulang ke kota. Kebijakan ini memberikan toleransi yang cukup bagi ASN yang ingin bekerja di luar kota. Pasalnya, ASN tetap diperbolehkan keluar kota asalkan memenuhi persyaratan. Apa saja persyaratannya?

Aturan Mudik Lebaran 2021

“Ditetapkan pada 2021 mudik akan ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, pegawai swasta dan pekerja mandiri serta seluruh masyarakat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. (26/3).

Larangan mudik dibarengi pengamanan ketat di sejumlah titik oleh Polri dan Kementerian Perhubungan. “333 titik itu sebagian besar dari Jakarta-Jawa Barat dan Jawa Tengah. Yang kita antisipasi adalah jalan tol dan jalur arteri, baik itu jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan sampai Jawa Tengah, kami telah menetapkan titik-titik isolasi. Sehingga semua tidak bisa pulang sesuai aturan, ”kata Kapolres Lalu Lintas Polri, Irjen Istiono, Jumat (2/4).

Istiono juga mengatakan tidak segan-segan menjungkirbalikkan kendaraan yang terbukti melaju hilir mudik. Namun jangan khawatir jika mudik masih dalam kota, karena larangan ini tidak berlaku.

"Yang aglomerasinya masih di wilayah Jabodetabek masih boleh. Misalnya dari Jakarta ke Bogor atau Bekasi dan sebaliknya boleh," kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi (4/4). ).

Baca juga: Mudik Resmi Lebaran 2021 Dilarang Lumpuh!

Syarat Mudik di Kota, Butuh Tes Cepat?

Aturan mudik lebaran 2021

Mengenai syarat mudik di kota, Budi menjelaskan, masyarakat yang ingin pulang ke kota harus tetap memakai masker dan dalam keadaan sehat. Dengan pernyataan tersebut maka dapat dipastikan mudik di kota tersebut tidak memerlukan surat keterangan hasil cepat atau surat keterangan yang sudah divaksinasi. Meski begitu, Budi tetap mengimbau masyarakat untuk tetap merayakan hari raya di rumah.

Berani Pulang, Ada Sanksi?

Jangan remehkan aturan mudik lebaran 2021, Bu. Pasalnya kabarnya akan diberikan sanksi kepada mereka yang tetap bertekad mudik di Idul Fitri mendatang.

Penerapan sanksi bagi mereka yang melanggar larangan mudik akan ditentukan oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah, kata Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube oleh Sekretariat Presiden (30/3).

Kebijakan Konsekuensi, Orang Diharapkan Untuk Memahami

Tidak hanya masyarakat, kebijakan pelarangan mudik merupakan sesuatu yang memiliki banyak konsekuensi di berbagai sektor pemerintahan. Namun, pemerintah tidak menginginkan lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang seperti awal 2021 kemarin.

Baca:  Perubahan dan Tanda Penuaan Kulit di Usia 20, 30, dan 40 Tahun

“Satgas berharap masyarakat bisa menaati keputusan ini agar Indonesia bisa segera bebas dari pandemi dan masyarakat bisa berkumpul kembali dengan keluarganya pada perayaan besar berikutnya,” jelas Wiku.

Kantor Luar Kota saat Idul Fitri

“Kementerian Perhubungan mendukung pelarangan mudik yang dilandasi pertimbangan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan keputusan rapat koordinasi menteri. Sebagai tindak lanjut, saat ini kami sedang menyusun regulasi pengendalian transportasi yang melibatkan berbagai pihak. pihak, ”jelas Menteri Perhubungan Budi Karya (29/3).

Baca Juga: Resmi Potong Cuti Bersama, Cari Tahu!

Dalam regulasi mudik Lebaran 2021, larangan mudik kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik pegawai negeri sipil (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Polri / TNI.

“Mekanisme pergerakan orang dan barang pada saat Idul Fitri akan diatur oleh kementerian / lembaga terkait dan untuk kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut Ramadhan dan Idul Fitri juga akan diatur oleh Kementerian Agama (Kemenag). Agama) berkonsultasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan ormas lainnya. ormas keagamaan yang ada, ”kata Muhadjir Effendy (26/3).

Namun ada beberapa pengecualian untuk ASN atau BUMN yang memiliki kebutuhan mendesak sehingga harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, tentunya dengan syarat yang berlaku sudah terpenuhi.

Soal urgensinya akan ditentukan oleh instansi dan perusahaan tempatnya bekerja. Pedomannya akan diatur oleh Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), sedangkan untuk tanggung jawab perusahaan diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja. (Kementerian Ketenagakerjaan), sedangkan yang di luar diatur oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ”jelas Muhadjir.

Layanan Luar Kota Diizinkan, Apa Saja Ketentuannya?

Aturan mudik lebaran 2021

Muhadjir juga menjelaskan, regulasi mudik Lebaran 2021 memungkinkan setiap ASN atau BUMN melakukan perjalanan dinas mendesak pada tanggal diberlakukannya larangan mudik. Syaratnya adalah memiliki surat tugas yang telah ditandatangani oleh pejabat eselon 2 minimal untuk ASN dan BUMN juga surat keterangan dari kepala desa untuk orang dengan kebutuhan mendesak.

Dengan demikian, aturan mudik lebaran 2021 memiliki pengecualian yaitu bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak serta ASN dan BUMN yang ingin melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

Baca juga: Jangan Ceroboh di Media Sosial, Polisi Virtual Mengintai!

“Kementerian Perhubungan selalu berkomitmen untuk membantu mencegah penyebaran pandemi Covid 19 di seluruh Indonesia dengan mengeluarkan regulasi dan surat edaran sebagai petunjuk pelaksanaan pengendalian transportasi dan persyaratan perjalanan penumpang. Selain itu, kami terus melakukan pengawasan di lapangan bekerja sama. dengan Satgas Covid 19, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, dan TNI-Polri, ”pungkas Budi Karya.

Pos Mudik Dalam Kota dan Luar Layanan Diperbolehkan, Ini Syaratnya! muncul pertama kali di Mamapapa.id.