Masa Larangan Mudik Diperpanjang dan Diperketat Mampaps!

Masa Larangan Mudik Diperpanjang dan Diperketat Mampaps!

Masih ngomongin soal pelarangan mudik, itu Mampaps, di mana Satgas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) memperketat syarat, bahkan masa pelarangan mudik diperpanjang ya. tahu! Tak tanggung-tanggung, jangka waktu pelarangan mudik diberlakukan hingga satu bulan. Tentu hal ini menuai banyak respon dari masyarakat, bahkan ada yang memilih pulang sebelum masa eliminasi mudik dimulai.

Mirip dengan tahun lalu, masyarakat diimbau untuk tidak mudik atau pulang kampung karena pandemi yang hingga saat ini masih cukup tinggi penularannya. Untuk itu, guna memutus rantai Covid-19 dan memaksimalkan vaksinasi, Satgas Covid-19 mulai bertindak tegas bersama masyarakat.

Periode Larangan Mudik Diperpanjang

Tentukan Tujuan Liburan
Tentukan Tujuan Liburan

Ada yang siap mudik tahun ini Mampaps? Perlu diketahui, Satgas Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penghapusan Idul Fitri 1441 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) pada Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. .

Baca juga: Bolehkah Pulang Sebelum 6 Mei? Ingin putus asa ?!

Sebelumnya, Satgas Covid-19 memberikan larangan mudik ke masyarakat pada 6-17 Mei 2021. Namun, ternyata masa larangan mudik sudah diperpanjang dan diperketat bagi Pelaku Perjalanan Domestik (PPDN) dengan detail berikut:

  • Selama H-14, yaitu 22 April hingga 5 Mei 2021
  • Selama H + 7, yaitu 18 Mei hingga 24 Mei 2021

Kebijakan ini ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021. Doni juga menjelaskan bahwa edendum edaran ini dibuat untuk mengantisipasi peningkatan arus perpindahan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan Covid- 19 kasus antar wilayah.

Kepada Mampap yang berada di ibu kota, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo juga menegaskan, pihaknya tidak mengajukan Izin Keluar DKI Jakarta atau SIKM saat masa pengetatan mudik atau H-7 dan H-7 Lebaran.

Tentunya akan ada sanksi yang akan diberlakukan bagi Mampaps yang melanggar aturan larangan mudik atau terus melakukan perjalanan selama jangka waktu yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021, yaitu berupa denda, sanksi sosial, kurungan bahkan hukuman penjara. kejahatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Sanksi Mudik, Denda Pelanggaran Ketidakmampuan!

Persyaratan selama masa pengetatan mudik

Larangan mudik diperpanjang

Namun bagi Mampap yang masih mewajibkan berpergian selama masa pelarangan mudik seperti dalam perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka / kematian, ibu hamil / nifas tetap dapat berpergian yang tentunya harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Satgas Covid. . -19.

Baca:  Mudik Dalam Kota dan Dinas Luar Diperbolehkan, Ini Syaratnya!

Ketentuan penghapusan mudik Idul Fitri 1442 H (22 April s / d 24 Mei 2021) adalah:

Masa Pengetatan Mudik (PRA)

Periode ini berlaku untuk periode 22 April hingga 5 Mei 2021, semua masyarakat umum masih dapat melakukan perjalanan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Menunjukkan hasil negatif dari uji RT-PCR / Antigen Cepat untuk maksimal 1 × 24 jam
  • Menunjukkan hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan

Masa Penghapusan Mudik

Berlaku untuk periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021, semua orang tidak diperbolehkan melakukan perjalanan. Namun hanya yang berkepentingan saja yang boleh melakukan perjalanan, seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka / kematian, ibu hamil / persalinan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif selama maksimal 3 × 24 jam
  • Menunjukkan hasil negatif dari uji antigen cepat maksimal 2 × 24 jam
  • Menunjukkan hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan

Masa Pengetatan Mudik (Post)

Berlaku mulai 18 Mei hingga 24 Mei, sama dengan periode pra di mana semua orang dapat bepergian dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Menunjukkan hasil negatif dari uji RT-PCR / Antigen Cepat untuk maksimal 1 × 24 jam
  • Menunjukkan hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan

Sementara itu, Mampaps perlu tahu, bahwa anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan mengikuti tes RT-PCR / rapid antigen test / GeNose C19 sebagai syarat berpergian. Bagi Mampaps yang melakukan perjalanan pada masa pengetatan mudik baik pra maupun pasca wajib mengisi e-HAC Indonesia sebagai catatan perjalanan yang telah dilakukan.

Baca Juga: Mudik Dalam Kota dan Layanan Luar Boleh, Ini Syaratnya!

Lalu, bagi Mampap yang sudah menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif / rapid antigen test / GeNose C19 tapi saat dalam perjalanan menunjukkan beberapa gejala Covid-19, maka tidak boleh melanjutkan perjalanan! Bahkan Mampaps akan diminta untuk melakukan uji diagnostik RT-PCR dan isolasi diri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Larangan mudik sudah diperpanjang sebulan dan semakin diperketat. Mampaps! Ayo, bersama-sama kita akan membantu pemerintah memerangi pandemi yang belum kunjung usai ini. Tetap di rumah dan patuhi protokol kesehatan. Mampaps! Salam sehat selalu.

Masa Larangan Pasca Mudik Diperpanjang dan Diperketat Ketidakmampuannya! muncul pertama kali di Mamapapa.id.