Mams, Tahukah Pil KB Darurat Cegah Kehamilan dengan Cepat?

Pil kb darurat

Mams yang unduh aplikasi TikTok tau dong belakangan pada heboh dengan pembahasan pil KB darurat? Yap, yang selama ini hanya tahu akun TikTok sebagai ajang unjuk bakat aja ternyata media sosial ini juga memberikan sarana informasi dan edukasi untuk kita loh! Tentunya dikemas dengan singkat dan membuat kita mudah mengerti.

Nah, konten mengenai pil KB darurat yang diposting oleh @kenapasayasadgirl berdurasi 16 detik ternyata menantang pengikutnya untuk mengonsumsi pil KB darurat bermerk postinor dengan teks, “Cantik doang berani ga makan ini?” dan menampilkan gambar postinor. Ada nggak nih Mams yang pernah mengonsumsi pil KB darurat satu ini?

Postinor juga dikenal dengan morning after pill, yang merupakan kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan pada wanita yang pernah melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi seperti kondom atau jenis KB lainnya. Dalam aturannya, pil KB ini diminum paling tidak 12 hingga 72 jam setelah hubungan seks. Lalu, apa saja sih jenis pil KB lain yang bisa Mams konsumsi untuk mencegah kehamilan? Apa mungkin harus mengonsumsi pil KB darurat setelah berhubungan? Hmm.. kira-kira bahaya nggak sih?

Jenis-jenis Pil KB

Pil kb darurat

Sebelum membahas tentang pil KB ini, bagi Mams yang berencana untuk mengonsumsi pil KB sebagai alat kontrasepsi ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis pil KB itu sendiri.

Baca Juga: Amankah Pil KB untuk Terapi Pengobatan PCOS?

Nah, dikutip dati laman alodokter.com pil KB terdiri dari 2 jenis yaitu yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron, serta pil KB yang hanya mengandung progesteron. Nah, pil KB yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron dapat dibedakan lagi nih menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  • Pil KB monofasik, mengandung kadar hormon estrogen dan progesteron yang konstan untuk setiap pil aktifnya dalam satu siklus penggunaan pil KB.
  • Pil KB bifasik, mengandung kadar hormon estrogen dan hormon progesteron. Namun, terdapat perubahan isi hormon pada setengah siklus pil aktifnya.
  • Pil KB trifasik, mengandung kadar hormon estrogen dan progesteron yang mengalami peningkatan di dalam pil KB yang dikonsumsi pada sepertiga periode kedua dan sepertiga periode ketiga penggunaan pil KB.
  • Pil KB tetrafasik, mengandung kadar hormon estrogen dan progesteron dengan 4 fase perubahan isi hormon pada pil aktifnya.

Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menggunakan Pil KB

Sebagai catatan nih buat Mams yang ingin menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi, pastikan tidak dalam keadaan hamil ataupun kemungkinan dalam keadaan hamil ada baiknya sebelum mengonsumsi pil KB ini, Mams harus berkonsultasi dengan dokter. Biasanya dokter juga tidak akan merekomendasikan pil KB dikonsumsi untuk ibu menyusui.

Baca:  6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

So, sebelum memutuskan untuk menggunakan pil KB agar tetap aman kunjungi dokter dulu ya karena tidak semua wanita cocok menggunakan pil KB loh! Berikut beberapa alasan dari dokter untuk mempertimbangkan Mams mengonsumsi pil KB, yaitu:

  • Mengalami penyakit kronis seperti, penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, diabetes, serta kanker payudara, rahim, dan kanker hati.
  • Memperhatikan siklus menstruasi.
  • Mams yang sedang mengonsumsi beberapa obat lain.

Nah, sangat disarankan ya Mams sebelum mengonsumsi pil KB untuk tetap selalu berkonsultasi pada dokter agar dosis dan penggunaannya tetap terjaga terutama untuk kesehatan Mams sendiri. Lalu bagaimana dengan pil KB darurat ya?

Baca Juga: Tak Sembarangan! Ini KB yang Aman untuk Ibu Menyusui!

Mengenal Pil KB darurat

Siapa nih Mams yang pernah mengonsumsi pil KB darurat atau morning after pill setelah berhubungan? Meski dijual bebas di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau, pastikan Mams sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya. Jika dikonsumsi tanpa anjuran dokter, kesehatan Mams bisa bermasalah loh terutama untuk kesuburan.

Pil KB darurat ini bisa menjadi pilihan jika Mams tidak ingin hamil setelah berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom, IUD, atau melewatkan minum pil KB rutin. Namun, perlu diketahui nih Mams bahwa pil KB ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Jika dikonsumsi secara rutin ada beberapa masalah yang bisa Mams alami dalam kesehatan, seperti menstruasi yang tidak teratur, hilangnya kesuburan, ketidakseimbangan hormon, kram, merasakan mual, hingga mengalami pendarahan yang cukup hebat.

Menurut penelitian, mengonsumsi pil KB darurat tidak ada salahnya jika sesekali saja. Namun, jika Mams mengonsumsi pil darurat tiga hingga empat kali dalam sebulan maka dia tidak bisa lagi menggunakan alat kontrasepsi metode lainnya. Selain itu, pil KB darurat ini juga bisa gagal bahkan dengan penggunaan yang benar loh! Selain itu, pil ini juga tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual.

Nah, apapun jenis KB yang akan Mams gunakan untuk mencegah kehamilan baik itu pil KB darurat atau pil KB biasa sebaiknya untuk selalu melakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu. Biasanya dokter juga akan memberikan beberapa merek pil KB yang bisa Mams konsumsi dan aturan dalam mengonsumsinya.