KTNA Sragen Usulkan Pembentukan Satgas Pupuk di Kecamatan

KTNA Sragen Usulkan Pembentukan Satgas Pupuk di Kecamatan
KTNA Sragen

Solopos.com, SRAGEN – Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sragen melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD terkait polemik kartu petani untuk alokasi pupuk. Menyusul penggunaan kartu usahatani di Sragen terendah (7,75%) di Jawa Tengah setelah Cilacap dan Brebes.

Atas dasar itu, KTNA mengusulkan agar satgas pemupukan diakomodasi dalam forum tersebut. Pasalnya, fungsi Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) belum optimal.

Audiensi dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Sragen Hariyanto dihadiri puluhan anggota KTNA. Hadir pula produsen pupuk dari PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang diwakili oleh PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan PT Petrokimia Gresik beserta distributor pupuk. Anggota Komisi III DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto juga hadir sebagai petani.

Ketua KTNA Sragen Suratno mendesak DPRD Sragen mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar alokasi pupuk ditingkatkan. Ia meminta alokasi anggaran pupuk dalam APBD senilai Rp. 64 miliar untuk pengadaan pupuk majemuk pada tahun 2022. Selain itu, Suratno meminta Komisi II berkoordinasi dengan BRI Cabang Sragen untuk meminta data pendistribusian kartu tani menurut nama dan alamat per kelompok tani dan kecamatan.

Selain itu juga dibentuk posko atau satgas pupuk hingga tingkat kecamatan yang mengawasi pendistribusian pupuk. Setelah satgas terbentuk, pendistribusian berdasarkan data kartu petani dari BRI dan data pendistribusian pupuk dari produsen ke produsen. distributor ke KPL dan ke poktan. Untuk mengetahui petani yang belum mendapat pupuk, daerah-daerah yang kurang. Kalau produsen bilang cukup tapi tidak cukup untuk petani, "ujarnya.

Kantor BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh Sragen Terbakar

Kelangkaan Pupuk

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Tedi Rosanto setuju dengan usulan KTNA tentang satgas pupuk. Tedi mengakui, KP3 di Sragen lemah dan belum optimal karena tidak ada alokasi anggaran yang diawasi.

Baca:  Cara Buat KK Online Langsung Cetak, Cukup di Rumah Aja!

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mendapat informasi atas Surat Keputusan Dirjen PSP Kementerian Pertanian yang memuat realokasi keenam terkait pengurangan kuota pupuk di Pusat. Region Jawa untuk ZA dan SP-36.

Tumbang Sepeda Motor dan Pohon, Warga Pasar Kliwon Solo Meninggal di Sragen

Sementara itu, Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Sragen, Andri Rupasampana, telah menyerahkan 88.218 lembar kartu usahatani yang dibagikan kepada petani per 31 Oktober 2020. Bahkan pada audisi KTNA dan DPRD, dia mengatakan hingga November masih ada penambahan. Untuk KPL yang sudah siap, kata dia, ada 356 KPL lengkap dengan mesin EDC.

Pimpinan Cabang PT Pusri PPD DIY Jawa Tengah III Imam Triyono menjelaskan, persoalan kelangkaan pupuk disebabkan penerapan kartu usahatani. Dari pertemuan dengan Gubernur, Imam mengatakan penggunaan kartu petani di Sragen baru 7,75% setelah Cilacap dan Brebes.

Dia menjelaskan stok pupuk bersubsidi sebenarnya ada dan produsen berkoordinasi dengan produsen dan KPL untuk menebus pupuk tersebut. Ia berharap ada solusi untuk menyelesaikan masalah itu.

Postingan KTNA Sragen Usulan Pembentukan Satgas Pupuk di Kecamatan muncul pertama kali di Solopos.com.