Kisah Pak Tua Tukang Tambal Ban Dekat SPBU Manahan Solo, Bekerja Tak Kenal Lelah Hingga Dini Hari

Kisah Pak Tua Tukang Tambal Ban Dekat SPBU Manahan Solo, Bekerja Tak Kenal Lelah Hingga Dini Hari

Solopos.com, SOLO – Jam digital di ponsel menunjukkan sekitar pukul 01.15 WIB pada Jumat (11/9/2020), saat motor matic dikendarai Solopos.com lewat di Jl Adisucipto depan Mapolresta Solo.

Arus lalu lintas malam itu cukup lancar. Hanya beberapa kendaraan yang lewat. Tiba-tiba roda belakang bergerak labil saat mendekati Persimpangan Keempat Tugu Wisnu Manahan.

Ketakutan langsung menghantui, jantung berdetak kencang. Karena sudah lewat tengah malam, tidak mudah menemukan tukang reparasi ban pada jam itu. Sedangkan rumahnya masih jauh.

Terminal Bus Ir Soekarno Klaten sepi sejak Jakarta memberlakukan kembali PSBB

Kalau tidak bisa ketemu tempat tambal ban, sangat disayangkan terpaksa harus pandu motor sampai ke rumah. Saat itulah pengguna jalan yang baik hati memberitahuku Solopos.com ada tukang tambal ban tidak jauh dari pom bensin manahan.

Kata pengguna jalan, tukang ban biasanya buka hingga dini hari. Benar saja, ada seorang bapak tua yang sedang memperbaiki ban di lokasi yang ditunjuk oleh pengguna jalan.

Mendeteksi Kebocoran

Orang tua itu sedang berbaring pada saat itu Solopos.com dekati dia. Dia hanya beristirahat di atas terpal bekas ketika dia berbaring di sana. Seketika dia terbangun mendengar suara sepeda motor.

Pilkada Sragen: KPU Deklarasikan Berkas Persyaratan Yuni-Suroto Lengkap, Hanya Perlu Perbaikan

"Tambal ban?" dia bertanya dengan sopan.

Tak butuh waktu lama, bapak tua bernama Paimin, 58, langsung mengambil senter dan memasang tali di kepalanya. Ember hitam berisi air segera dia tarik mendekat.

Dia membuka ban luar menggunakan batang besi. Tangannya terlihat cekatan saat membuka ban. Dalam waktu kurang dari satu menit, dia berhasil mengambil ban dalam yang bocor.

Setelah itu dia mengisi ban dengan udara dan mencelupkannya ke dalam air. Proses ini dilakukan untuk mendeteksi titik atau bagian ban dalam yang bocor.

Perkembangan Covid-19 Solo: Positif Tambah 12 Orang, 8 Pasien Jadi Perhatian Khusus

Jika ada bagian ban yang bocor, gelembung udara akan muncul ke permukaan. Bocor satu poin, kata Paimin sembari menunjukkan bagian ban yang bocor lalu ditutup dengan sepotong kayu kecil.

Setelah menemukan kebocoran, dia menggosok area di sekitar lubang dengan gergaji halus. Untuk memudahkan prosesnya, ban halus dibungkus dengan besi bulat atau batang kayu.

Baca:  Sosialisasikan Toga ke PMR, Mahasiswa UNS Solo Menangkan Hibah PKM Tingkat Nasional

Proses Pemanasan

Area di sekitar lubang harus tipis dan kasar agar elemen pengisi dapat memberikan ikatan yang optimal selama proses pemanasan dengan menggunakan api. Selain itu, elemen patch bisa mengembang merata dengan permukaan asli ban aslinya.

Muscablub Pemuda Pancasila Solo, 7 Orang Siap Gantikan Almarhum Danang Liestianto sebagai Ketua Umum

“Kalau asal-asalan, termasuk saat pemanasan pakai api, permukaan ban menjadi tidak rata dan tambalan bisa lepas. Jadi begini,” jelas Paimin sambil menunjukkan tambalan lain yang menurutnya belum sempurna.

Sambil menunggu proses pemanasan yang memakan waktu paling lama, Paimin menuturkan kisahnya sebagai bengkel ban di Solo. Paimin mengaku sudah hampir 40 tahun menjadi bengkel ban.

Dia memulai pekerjaannya pada 1980-an. Dia mengambil pekerjaan itu setelah bengkel motor milik kakaknya berhenti beroperasi.

Tim Puslabfor Polda Jateng Tangani TKP Kebakaran Pabrik Telukan Sukoharjo, Hasilnya?

“Saya lupa tahun persisnya. Tapi ya, awal 1980-an. Sebelumnya saya bekerja di bengkel,” jelasnya.

Jam Kerja Ekstrim

Semasa muda, Paimin menambal ban berbagai kendaraan, termasuk truk Fuso dan sejenisnya. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, Paimin fokus menambal ban motor.

Kini, di usianya yang sudah lanjut, Paimin masih produktif bekerja sebagai bengkel ban. Bahkan jam kerjanya pun ekstrim. Ia bekerja dari pagi atau tengah hari hingga dini hari.

Jaga Perizinan Kepolisian, Pemrakarsa Balap Lari Solo Mau Buka Kelas Putri dan Kelas Berat

“Dari siang sampai sore masih banyak tambalan ban lain, jadi relatif sepi. Tapi kalau malam sampai dini hari hanya saya yang buka. Jadi iya tidak apa-apa. Saya tidak pernah tidur sambil menunggu. rezeki yang akan datang, ”katanya.

Warga Padokan Boyolali mengaku tidak berencana pensiun dari pekerjaan reparasi ban. Selama bugar secara fisik, pihaknya akan terus memberikan jasa penambal ban sepeda motor.

Bagi pengendara motor yang kurang beruntung mengalami ban bocor atau kempes pada tengah malam atau dini hari di Jl Adisucipto, Manahan, Solo, Paimin bisa menjadi penolong.

Postingan Seorang lelaki tua yang sedang memperbaiki ban di dekat SPBU Manahan di Solo, bekerja tanpa lelah hingga dini hari muncul pertama kali di Solopos.com.