Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Penurunan berbagai fungsi tubuh pada lansia juga menyebabkan penurunan nafsu makan. Sayangnya mereka juga sering sulit disuruh makan sehingga para lansia rentan mengalami gizi buruk.

Penyebab lansia kehilangan nafsu makan

Penyebab malnutrisi atau malnutrisi pada lansia multifaktorial. Salah satu faktor pemicunya adalah gangguan atau gangguan psiko-kognitif pada otak, pengecap yang menurun, produksi air liur menurun, gigi tanggal, gusi menyusut dan refleks dinding lambung yang berlebihan meregang. Faktor tersebut, akan menurunkan kemampuan membedakan bau dan rasa, menimbulkan masalah dalam mengunyah dan ada kecenderungan cepat merasa kenyang. Akibatnya asupan makanan akan berkurang.

1. Berbagai masalah kesehatan di usia tua

Indera perasa yang menurun akan membuat orang tua kehilangan nafsu makan atau nafsu makan, sehingga pada akhirnya mereka malas makan atau (terlalu) sedikit. Kondisi gigi mereka yang mulai lepas atau tanggal juga membuat mereka tidak bisa mengunyah makanan yang relatif keras atau keras. Kondisi pencernaan para lansia biasanya mulai bermasalah, karena fungsi usus dan lambung sudah melemah.

2. Makanan tidak sesuai

Kehilangan nafsu makan juga bisa berasal dari kurangnya perhatian atau perhatian dari orang-orang di sekitar mereka (anak-anak, perawat, pembantu). Mereka mungkin tidak peduli apakah makanan yang diberikan sesuai atau tidak dengan rasa atau kondisi gigi dan pencernaan orang tuanya.

Mungkin makanannya terlalu manis, terlalu keras, atau terlalu pedas, sehingga orang tua kurang makan. Atau bisa juga hanya karena tidak suka makan sendiri di rumah sedangkan anak cucu sibuk dengan urusan sendiri di luar rumah.

Tapi karena tidak mau merepotkan anak atau orang yang merawatnya, biasanya orang tua tidak mau komplain dan menyimpan sendiri masalahnya. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan juga berkontribusi banyak terhadap kejadian gizi buruk pada orang tua lanjut usia.

Bahayanya jika para lansia kekurangan gizi

Penurunan aktivitas motorik yang signifikan juga membuat orang tua tidak terlalu haus. Bahkan banyak lansia penderita Alzheimer yang kehilangan kemampuan untuk merasa haus. Jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu yang lama, jangan heran jika orang tuamu didiagnosis dehidrasi.

Kekurangan serat juga akan menyebabkan banyak orang tua menderita sembelit (susah buang air besar). Jika terus berlanjut, kondisi sulit ini bisa memicu timbulnya wasir atau bahkan kanker usus besar. Sedangkan jika kekurangan kalsium, osteoporosis akan lebih mudah menyerang tulangnya.

Pola makan yang terlalu ketat juga berisiko tinggi membuat orang tua kurang gizi. Apalagi biasanya orang tua suka berlebihan dalam menerapkan aturan diet dan pantangan dari dokter. Misalnya, jika dokter menyarankan untuk mengurangi asupan garam, mereka akan sama sekali berhenti makan garam. Bahkan jika tubuh kekurangan garam (natrium), orang bisa tiba-tiba pingsan dan bahkan koma.

Apa yang harus dilakukan saat lansia kehilangan nafsu makan?

Selain rutin berkonsultasi ke dokter untuk mengobati penyakit yang diderita orang tua, ada baiknya juga berkonsultasi dengan ahli gizi untuk meningkatkan status gizinya, agar mereka dapat menjalani sisa hidup dengan sehat dan berkualitas.

Selain itu, jika Anda melihat orang tua Anda yang biasanya aktif menunjukkan perubahan perilaku, seperti malas melakukan apa pun, pasif, atau rewel tanpa alasan, jangan hanya menjadi emosional atau mengeluh. Coba cari tahu ada apa di baliknya, termasuk dari kondisi nutrisinya sehari-hari.

Untuk menyiasatinya, jenis makanan dan waktu harus disesuaikan. Tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya, dengan pola sarapan, makan siang dan makan malam, para lansia bisa makan kapanpun mereka lapar.

Makanan yang diberikan harus lembut, mengandung banyak serat, mengandung karbohidrat kompleks, tinggi protein dan lemak agar tidak mudah lemas. Jumlah asupan makanan juga tidak perlu sebanyak orang dewasa karena orang yang berusia di atas 60 tahun pernah mengalami penurunan fungsi tubuh. Begitu juga dengan kebutuhan akan cairan. Jika orang normal membutuhkan cairan hingga 70 persen, lansia hanya membutuhkan sekitar 40 persen.

Pada dasarnya pemberian vitamin kepada lansia tidak dilarang selama kebutuhan nutrisi lainnya mencukupi. Jika asupan karbohidrat, protein dan lemak tidak cukup, vitamin apapun tidak akan bermanfaat bagi tubuh.

Postingan Mengapa Lansia Biasanya Tidak Memiliki Nafsu Makan? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  Anal Seks, Ketika Nikmatnya Tak Sebanding dengan Kerugiannya