Guru Paksa Murid Berjilbab, Ini Aturan di Sekolah Negeri!

Guru Paksa Murid Berjilbab, Ini Aturan di Sekolah Negeri!

Jumat (23/1) lalu, beredar video dugaan guru memaksa siswanya memakai kerudung dimana dalam video tersebut orang tua dan pihak sekolah SMKN 2 Padang menjelaskan tentang kewajiban menggunakan hijab di lingkungan sekolah. Dalam video tersebut, para orang tua mengatakan bahwa mereka dan anak-anaknya adalah non-Muslim, sehingga mereka meminta toleransi dari pihak sekolah untuk tidak mengenakan hijab. Namun pihak sekolah menyatakan bahwa mengenakan jilbab itu wajib dan merupakan aturan sekolah!

Meski sudah dijelaskan sejak awal oleh pihak sekolah, namun para orang tua dan anak telah sepakat untuk mematuhi peraturan sekolah termasuk penggunaan jilbab. Padahal sebagaimana kita ketahui, sekolah negeri adalah sekolah negeri, tentunya dengan murid yang beragam, sehingga harus menghormati kebhinekaan dan tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga: Note, 5 Manfaat Sarapan untuk Kecerdasan Anak di Sekolah!

Guru Memaksa Murid untuk Bercadar

Sumber gambar: dw.com

Sangat disayangkan hal ini terjadi di negeri ini, dimana kita mengacu pada Bhineka Tunggal Ika yang artinya perbedaan tetap satu juga. Dugaan kasus guru yang memaksa siswanya mengenakan jilbab di lingkungan sekolah SMKN 2 Padang adalah nyata, hal ini dibenarkan pihak sekolah. Dimana, dikutip dari kompas.com Dikatakan Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, Rusmadi menyampaikan bahwa seluruh siswa baik muslim maupun non muslim selama ini tidak menolak aturan sekolah.

Meski tidak ada yang keberatan dengan kewajiban mengenakan jilbab di lingkungan sekolah bagi siswa non muslim, hal ini merupakan salah satu pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Tanggapan Menteri Pendidikan

Menanggapi kasus intoleransi di SMKN 2 Padang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makariem angkat bicara agar kasus ini tidak terulang kembali. Di Instagram, Nadiem sendiri menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas sesuai dengan mekanisme yang berlaku, atas pelanggaran disipliner para pihak yang terlibat, termasuk melaksanakan kemungkinan pencopotan jabatan.

Sebagai tindakan konstruktif, @ kemdikbud.ri akan segera mengeluarkan surat edaran dan membukanya hotline keluhan untuk menghindari terulangnya pelanggaran serupa. Selain itu, Nadiem juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Padang untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Jika terbukti salah, Nadiem menegaskan mereka yang terlibat bisa dipecat. Nadiem menilai aturan yang dibuat SMKN 2 Padang telah menyalahi berbagai aturan bahkan melanggar nilai-nilai Pancasila.

Baca:  Bordeaux menyerah di tangan tim promosi Lens

Nadiem juga menjelaskan, terdapat sejumlah aturan hukum yang dilanggar dalam kasus dugaan pemaksaan jilbab pada guru, mulai dari pelanggaran kebebasan beragama yang dijamin dalam UU 39 Tahun 1999 tentang HAM. Tidak hanya itu, kasus ini juga melanggar Undang-Undang 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin pendidikan yang demokratis, adil, non-diskriminatif dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Baca Juga: Ini Ternyata Manfaat Menunda Sekolah di Usia Dini

Aturan Wajib Jilbab di Sekolah Umum

Sumber gambar: vid.alarabiya.net

Aturan memakai jilbab di suatu negara sangat disayangkan, apalagi kasus ini baru saja terungkap. Selain orang tua dan wali siswa, tudingan bahwa guru tersebut terpaksa mengenakan jilbab juga sangat disayangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk siswa non-Muslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Vokasi Wikan Sakarinto berdasarkan link di kompas.com, dimana Wikan sangat menyayangkan atas tindakan SMKN 2 Padang yang tidak memenuhi ketentuan tersebut. Dimana Wikan menyampaikan bahwa ketentuan mengenai pakaian siswa di sekolah telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menurutnya ketentuan mengenai seragam sekolah telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014 tentang Seragam Sekolah untuk Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam aturan tentang sandang sekolah yang sudah diatur, tidak ada kewajiban model pakaian khusus untuk seragam sekolah. Jadi, dengan begitu pihak sekolah hendaknya tidak membuat aturan dalam menggunakan model pakaian religi sebagai seragam sekolah.

Baca Juga: Ajari Anak untuk Melawan Bullying di Sekolah

Wikan juga menegaskan, Dinas Pendidikan harus memastikan kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan mematuhi Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014. Kasus guru yang memaksa siswanya mengenakan jilbab menemukan titik terang, kemana siswa-siswanya bisa bersekolah. ke sekolah tanpa harus memakai kerudung.

Lalu bagaimana Mampaps & # 39; Tanggapan guru yang memaksa siswanya memakai kerudung? Semoga tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi.

Postingan Guru Memaksa Murid untuk Bercadar, Ini Aturannya di Sekolah Umum! muncul pertama kali di Mamapapa.id.