4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Kalau butuh obat, biasanya beli obat di mana? Apakah ke apotek, toko, atau toko terdekat? Saat ini, Anda bisa membeli obat dengan mudah, bahkan dengan aplikasi on line meskipun. Namun, bukan berarti Anda bisa menggunakan obat-obatan yang dijual bebas. Pastikan Anda sudah memeriksakan obat tersebut, apakah sudah dinyatakan aman atau belum.

Namun, apa yang harus diperiksa sebelum mengonsumsi obat, baik yang dijual bebas maupun yang tersedia secara terbatas? Berikut teknik pemeriksaan obat yang direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM).

Kenali pemeriksaan obat dengan KLIK BPOM

Sebagai konsumen, Anda harus jeli dan cermat dalam memilih obat. Pasalnya, mengonsumsi obat yang salah bisa menimbulkan berbagai jenis efek samping yang berbahaya. Apalagi saat ini masih banyak produsen obat yang belum terdaftar secara resmi. Anda juga perlu memperhatikan apakah obat yang Anda beli benar-benar asli dari pabrikannya, tidak dicampur bahan asing oleh pihak tertentu.

Untuk memastikan konsumen dapat memilih dengan bijak, BPOM merekomendasikan cek KLIK. KLIK disini adalah singkatan dari Pengemasan, Label, Izin Distribusi, dan Kedaluwarsa. Keempat hal tersebut wajib dicek sebelum Anda membeli obat di apotek atau toko.

Yang harus dicek sebelum membeli obat di toko

Cara cek obat KLIK ini bisa mencegah Anda mengonsumsi obat palsu, tidak resmi, atau kadaluwarsa. Simak panduan cek obat berikut ini, ya.

1. Pengemasan

Hal pertama yang harus diperiksa adalah apakah kemasan obat tersebut masih layak untuk dijual. Misalnya, jika kotak sudah tua dan berlubang berarti obat tidak disimpan di tempat yang sesuai. Kemungkinan besar isinya sudah rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi. Perhatikan juga apakah kemasannya pudar, terlihat luntur, atau sobek. Sebaiknya tidak dibeli dan dikonsumsi. Obat ini mungkin terlalu lama.

2. Label

Bacalah selalu label obat yang akan Anda beli lagi, walaupun Anda sudah berulang kali membeli obat yang sama di toko. Setiap obat harus mengandung label atau informasi yang mengandung berikut ini.

  • Nama Produk
  • Komposisi atau bahan aktif (misalnya parasetamol atau aluminium hidroksida)
  • Kategori obat (misalnya analgesik, antihistamin, atau dekongestan)
  • Obat-obatan (misalnya meredakan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, gatal-gatal akibat alergi, batuk berdahak, atau mual)
  • Peringatan bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu
  • Dosis obat
  • Informasi lainnya, seperti rekomendasi penyimpanan

3. Izin Distribusi

Pastikan obat yang Anda konsumsi memiliki izin edar dari Badan POM Indonesia. Obat yang sudah memiliki lisensi biasanya mencantumkan nomor registrasi. Jika masih ragu silahkan download aplikasi cek obat resmi BPOM melalui hp dengan sistem operasi android. Anda juga dapat memeriksa izin distribusi langsung di dalam Internet Link ini.

4. Kedaluwarsa

Selalu cari tanggal kadaluwarsa obat sebelum Anda membelinya. Ingat, mengonsumsi obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa memiliki risiko tinggi. Selain berkurang atau hilangnya khasiat obat, obat dapat mengalami perubahan komposisi kimiawi berbahaya tertentu. Jadi, kalau obat sudah lewat tanggal kadaluwarsa, buang saja dan jangan diminum.

Postingan 4 Hal yang Perlu Anda Periksa Sebelum Membeli Obat muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari