2 Rumah Limasan Bersejarah di Jogja Terdampak Tol, Ini Kata Pelaksana Proyek

2 Rumah Limasan Bersejarah di Jogja Terdampak Tol, Ini Kata Pelaksana Proyek

Solopos.com, SLEMAN – Rencana pembangunan dua ruas tol, Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, mengancam keberadaan bangunan cagar budaya (BCB), yakni dua rumah limasan. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi, terutama pada masa perjuangan.

Salah satu BCB yang terancam digusur dari tol Jogja-Bawen adalah rumah limasan Mijosastro di Pundong 2, Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY. Sementara itu, rumah limasan di Tegalrejo, Tamanmartani, Kalasan milik Soedarjo terimbas tol Solo-Jogja.

Rumah limasan di Tegalrejo belum resmi terdaftar sebagai BCB. Namun pada tahun 2016 pemilik mendapatkan penghargaan dari Pelestari Warisan Budaya Balai Pelestarian Warisan Budaya DIY sebagai pemelihara BCB.

Positif Covid-19, Pemilik Salon di Purwodadi Meninggal Dunia

Rumah limasan di Tegalrejo juga merupakan salah satu markas para pejuang Akademi Militer (Taruna Akmil). Bahkan pakar bom Indonesia dan mantan Rektor UGM Herman Johannes juga sempat tidur di rumah tersebut.

Sementara itu, Rumah Limasan di Pundong 2 pernah menjadi pos logistik para pejuang dan merupakan salah satu BCB yang didirikan melalui SK Bupati Sleman tahun 2017 lalu.

Terkait keberadaan BCB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Pelaksana Tol Jogja-Bawen, Heru Budi Prasetyo mengatakan, rumah BCB nantinya akan dipindahkan.

Bupati Klaten Sri Mulyani Segera Berangkat untuk Pilkada 2020

Bangunan Bersejarah Akan Dihapus

Nanti seperti biasa, pemilik membeli tanah di sebelahnya dan kemudian membangunnya kembali di sekitar sana. Bangunan tersebut akan dibangun kembali agar menyerupai aslinya.

"Itu semua bangunan kena. Bangunan itu memukul jatuh. Oleh pemerintah daerah, BCB akan digeser, bisa dirakit dan dirakit. Kemarin saat sosialisasi pemilik mengizinkan untuk dipindahkan tapi tetap dijadikan cagar budaya, ”kata Heru, Selasa (11/8/2020).

Selama ini, kata dia, baru rumah limasan yang masuk dalam area pembangunan tol Jogja-Bawen. Lainnya berupa persawahan, pemukiman penduduk, dan mata air.

Baca:  Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Kapolda Jateng Soal Kerusuhan Mertodranan Solo: Tak Ada Ruang untuk Kelompok Intoleran!

Serupa dengan BCB, mata air yang terkena tol juga akan bergeser. “Sudah ditelusuri, BCB sudah tidak ada lagi,” kata Heru.

Hal senada disampaikan Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Pelaksana Jalan Tol (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi. Menurut Galih, hingga saat ini terkait BCB, perlakuannya masih sama dengan warga lainnya '. tanah.

Pasalnya, keberadaan rumah limasan memukul jatuh masih bisa dipindahkan. “Karena bangunannya semi permanen sepertinya bisa dipindahkan ke tempat lain,” kata Galih.

Komentar Aa Gym Terkait Polemik Spanduk Logo HUT RI ke-75

Meski begitu, pihaknya masih akan memastikan apakah bangunan rumah limasan bersejarah di Tegalrejo, Tamanmartani Kalasan ini termasuk dalam kawasan yang akan dipatok untuk pembangunan jalan tol.

Selama ini pendirian tol Jogja-Solo di wilayah Jogja (Sleman) sudah berdiri sendiri tanpa harus menunggu selesainya sosialisasi dan konsultasi publik di Klaten, Jawa Tengah.

"Nanti pasti akan kita tentukan dulu. Soal posisinya di mana. Untuk kemudian dicek dulu dampaknya," kata Galih.

Postingan 2 Rumah Limasan Historis di Jogja Terkena Tol, Begini Kata Pelaksana Proyek muncul pertama kali di Solopos.com.