10 Permainan Tradisional dan Caranya, Bikin Kangen!

permainan tradisional bola bekel

Permainan masa kini berbeda dengan permainan tradisional di masa lalu. Dulu, anak-anak cenderung lebih suka bermain di luar ruangan.

Mereka suka sekali membuat semua permainan tradisional, bahkan ada yang membuat mainan sendiri. Sementara, anak-anak zaman sekarang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dan hanya berkutat dengan gadgetnya.

Ini juga dipengaruhi oleh kecepatan teknologi saat ini. Apakah Mama Papa khawatir gadget mereka akan mempengaruhi kehidupan fisik, psikologis dan sosial mereka?

Baca juga: Cewek Main Mobil? Bisakah kamu?

Supaya anak-anak selalu sehat dan ceria, yuk kita ingat lagi permainan tradisional jaman dulu yang mungkin bisa Mama Papa ajarkan kepada si Kecil.

Permainan Tradisional Kuno dan Cara Memainkannya

1. Mainkan Hide and Seek

Game Petak Umpet Tradisional
Bermain petak umpet

Permainan ini merupakan permainan favorit anak-anak di masa lalu. Nama kerennya sekarang adalah petak umpet. Peserta bisa kecil atau besar jumlahnya.

Aspek gim dalam permainan petak umpet tradisional cukup sederhana. Seseorang yang bertugas "berjaga" harus menutup mata dan memberi waktu pada temannya untuk bersembunyi. Anak yang "berjaga" akan menghitung sampai hitungan tertentu sampai selesai dan siap untuk mencari.

Di era sekarang ini, game ini mengalami sedikit modifikasi. Modifikasi dari game ini adalah game mencari harta karun alias berburu pemulung. Peserta akan mencari petunjuk untuk mencari harta karun.

Permainan ini melatih kemampuan kamuflase serta membaca tanda sebagai kuncinya. Si kecil diajari untuk kreatif dan beradaptasi dengan lingkungan ya Bu.

2. Mainkan Jump Rope

Mainkan Jump Rope
Mainkan Jump Rope

Game ini biasanya dimainkan oleh para gadis. Namun tak jarang anak laki-laki juga ikut bermain. Permainan ini menggunakan tali yang terbuat dari karet gelang yang dihubungkan dalam bentuk rantai.

Kegembiraan bermain lompat tali adalah tingkat ketinggian yang harus Anda lompat. Game ini bisa dimainkan oleh minimal 4 orang.

Aturan dan cara bermain lompat tali cukup sederhana. Pemain harus bisa melompati tali mulai dari lutut lalu naik ke pinggang, berlanjut ke bahu, ke telinga, ke kepala sehingga satu lengan berada di atas atas atau salah satunya bebas.

Pemain harus bisa melompat tanpa menyentuh tali saat berada di bawah setinggi pinggang. Permainan lompat tali mengajarkan nilai komitmen terhadap kesepakatan dan kemampuan bernegosiasi.

3. Bermain Layang-layang

Bermain layang layang
Bermain layang layang

Game ini menjadi favorit anak laki-laki. Tidak hanya menarik untuk anak-anak usia lanjut, permainan ini masih dimainkan oleh anak-anak hingga saat ini di beberapa daerah. Mereka biasanya bermain saat angin bertiup kencang. Layang-layang yang mudah dibuat berbentuk belah ketupat biasanya menjadi layang-layang aduan.

Selain itu ada layang-layang hias juga. Bentuknya tentu berbeda dengan layang-layang aduan. Layang-layang ini dibuat lebih indah.

Cara bermain layang-layang itu sulit, mudah, mudah. Anak-anak menganyam layang-layang dengan benang, dan menerbangkannya menggunakan kekuatan angin. Dalam permainan ini, anak-anak diajarkan tentang adaptasi, akurasi, kesabaran dan daya imajinatifnya.

4. Permainan Tradisional Gobak Sodor

Memainkan Gobak Sodor
Memainkan Gobak Sodor

Gobak Sodor adalah permainan yang sangat menyenangkan pada masanya. Permainan ini dimulai dengan membuat gambar di tanah atau lantai tempat Anda bermain.

Permainan ini dimainkan oleh 4-5 orang per tim. Gameplaynya cukup sederhana. Setiap tim bertugas memblokir tim lain agar tidak melewati batas kotak permainan. Sedangkan lawan harus berusaha berpindah dari garis ke garis ke ujung garis.

Game ini mengajarkan kerjasama yang baik dan sportivitas terhadap permainan. Ketahanan fisik juga dibutuhkan, Bu.

5. Bermain Benteng

permainan kastil tradisional
Mainkan Fortress

Benteng merupakan salah satu permainan tradisional yang terkenal. Bermain benteng menggunakan kemampuan fisik Anda untuk berlari dan memblokir lawan.

Cara memainkan permainan benteng ini bisa dilakukan secara berkelompok dan membutuhkan tembok atau tiang sebagai benteng pertahanan. Setiap pemain harus bisa menyentuh benteng lawan dan mengejar pemain lawan yang keluar dari benteng. Orang yang terakhir kali menyentuh benteng lawan memiliki kekuatan paling besar.

Mirip dengan permainan Gobak Sodor, anak-anak akan diajarkan bagaimana bersosialisasi dan bekerjasama, sportivitas, komunikasi dan juga kuat secara fisik.

Baca:  Posisi Tidur Bayi yang Baik dan Benar Sesuai Usianya

6. Bermain Kelereng

Kelereng
Kelereng

Game ini juga menjadi favorit. Ketelitian dalam bermain kelereng merupakan hal yang utama karena jika menang maka berhak atas kelereng lawan. Dalam permainan ini diajarkan sportivitas dan legowo saat kalah.

Cara bermain kelereng bervariasi. Ada cara sederhana memukul kelereng lawan untuk menang. Ada juga yang menggunakan tumpukan kelereng dalam lingkaran dan mencoba mengeluarkan sebagian kelereng dari lingkaran dengan mengetikkan kelerengnya ke arah kelereng yang ada di lingkaran tersebut.

7. Permainan tradisional Congklak atau Dakon

Permainan tradisional Congklak
papan congklak

Mainan tradisional ini adalah mainan yang bikin kamu kangen. Di beberapa tempat, permainan ini dikenal dengan nama congklak. Namun, ada juga beberapa daerah yang lebih familiar dengan nama Dakon.

Mainan ini terbuat dari papan yang berlubang-lubang berisi biji-bijian. Sebelum papan permainan ini dilakukan dengan cara membuat lubang pada tanah.

Cara bermain congklak sangat sederhana. Permainan congklak dimainkan oleh 2 orang. Setiap lubang diisi dengan biji. Pemain bergiliran memindahkan benih dan mengisi lubang yang paling kiri. Pemain akan menyusun strategi agar bibit yang ditransfer tidak berakhir di tempat kosong. Permainan tradisional ini benar-benar melatih kemampuan kognisi dan strategi.

8. Permainan Panggung Tradisional

permainan panggung tradisional

Bermain egrang akan meningkatkan keseimbangan. Ya, mainan panggung tradisional adalah mainan yang terbuat dari bambu dengan panjang 150 cm. Di atas bambu juga terdapat pijakan kaki dari bambu. Pemain egrang mencoba berjalan menggunakan bambu.

Permainan tradisional ini tidak semudah kelihatannya. Untuk seorang pemula, Anda harus berhati-hati saat bermain egrang karena jika tidak pemain akan mudah jatuh.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mainan Edukasi Anak Terbaik

9. Tapak Gunung / Engklek

permainan tradisional engkol

Hampir sama dengan egrang, tapak gunung juga merupakan permainan yang melatih keseimbangan. Bedanya, taplak meja gunung tidak menggunakan alat tambahan seperti egrang. Taplak meja membutuhkan gambar kotak di tanah dan pemain akan melompat ke atasnya.

Cara bermainnya, setiap pemain akan bersaing untuk mengambil setiap kotak dengan cara melempar batu ke dalam kotak tersebut. Untuk mendapat kesempatan melempar batu, pemain harus berhasil melewati kotak dengan cara melompati. Setiap kotak hanya boleh diinjak dengan satu kaki. Rumit kan?

Berbeda dengan egrang yang disukai anak laki-laki, anak perempuan lebih memilih bermain Engklek. Game ini mengajarkan strategi dan perkembangan motorik pada anak.

10. Bola bekel

permainan tradisional bola bekel

Bola bekel adalah permainan tradisional yang menyenangkan. Dulu, banyak orang yang rela membawa bola bekel di tasnya untuk dimainkan bersama teman-temannya di sekolah.

Permainan bola bekel bisa dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Cara memainkan bola bekel adalah dengan melempar dan memantulkannya. Sambil memantulkan bola bekel, pemain akan mengambil tokek logam. Mulai dari satu per satu, dua, dan berhitung. Aturan bermain bisa berbeda-beda tergantung daerah masing-masing.

Keunggulan Game Tradisional Dibandingkan Game di Gadget

Saat ini, banyak anak yang bermain dengan gadget dan meninggalkan game yang mengandalkan gerakan fisik. Permainan tradisional merupakan permainan yang melatih anak untuk bergerak dan bersosialisasi. Berikut beberapa keunggulan permainan tradisional dibandingkan permainan dengan gadget.

  1. Ajarkan sosialisasi. Permainan tradisional mengajarkan anak untuk bersosialisasi secara langsung. Berbeda dengan anak-anak yang terlalu sering bermain dengan gadget, anak akan canggung saat bertemu orang secara langsung.
  2. Berolahragalah. Main gadget bikin tubuh anak jadi kurang mobile. Berbeda dengan permainan tradisional yang terus menerus memicu anak untuk beraktivitas dan terkena sinar matahari yang sehat.

Nah, itu permainan tradisional jaman dulu. Memang tidak selamanya jadul itu tidak keren, Bu. Jenis permainan tradisional ini sebenarnya dapat meningkatkan kemampuan fisik, koordinasi, dan strategi si kecil yang lebih nyata dibandingkan dengan permainan virtual masa kini yang sedang trending.

Begitu, Anda tidak perlu ragu untuk mengajari si kecil permainan tradisional kuno ini bersama teman-temannya. Permainan tradisional yang mendukung aktivitas fisik, mengajarkan kerjasama, tanpa gadget!

Demikian 10 Permainan Tradisional dan Cara Bikin Kamu Kangen! muncul pertama kali di Mamapapa.id.